5 Tips Stimulasi Suara pada Anak

Anak sering tidak menyahut saat dipanggil? Atau suka mengambil hal-hal yang berbahaya untuk dibuat bermain? Lakukan 5 hal ini agar indera pendengaran mereka terstimulasi dengan baik.

Fase balita memang usia yang paling aktif dari seorang anak. Mereka semakin ingin tahu tentang banyak hal di sekitarnya. Karena terlalu banyak ingin tahu, seringkali mereka tidak menyahut saat dipanggil.

Atau suka mengambil hal-hal yang berbahaya atau berharga dan bukan untuk digunakan anak-anak? Sebagai orang tua mungkin Anda kadang merasa terganggu. Terutama bila benda yang diambil oleh anak adalah benda berharga atau benda berbahaya untuk si kecil.

Jangan khawatir, sebab itu adalah salah satu proses dalam perkembangan kecerdasan seorang anak. Dengan mendampingi dan mengajarinya, eksplorasi yang dilakukannya justru semakin baik dan tetap aman.

Eksplorasi suara punya sejumlah manfaat positif untuk perkembangan kognitif anak. Di antaranya:

  1. Ia akan lebih mengenali berbagai suara di sekitarnya
  2. Memicu rasa penasaran serta imajinasinya ketika diperdengarkan suara benda tanpa melihat bentuknya
  3. Dapat meningkatkan konsentrasi dan tentu kemampuan pendengarannya
  4. Melatih kemampuan membedakan berbagai suara

Agar kemampuan si kecil dalam mendengar semakin terasah, orang tua bisa melakukan beberapa kegiatan ini di rumah.

Permainan Berbisik-bisik (ASMR)

Panggillah anak Anda, lalu bisiki beberapa kata yang telah ia kuasai. Lalu mintalah untuk menirukan atau membalas bisikannya. Dengan begitu, ia dikenalkan dengan cara berbicara yang berbeda seperti biasanya.

Bila ingin lebih seru, ajaklah untuk bermain bisik-bisik dengan gelas plastik yang terhubung dengan benang. Selain akan meningkatkan kepekaannya, ia akan merasa antusias karena melakukan permainan yang menarik untuknya.

Permainan Detektif Bunyi

Rumah adalah taman bermain pertama bagi seorang anak. Maka selain menyingkirkan benda-benda berbahaya jangkauannya, Anda bisa mengajaknya bermain dengan menandai barang-barang aman yang memiliki suara menarik baginya.

Anda bisa menempeli sejumlah benda yang Anda inginkan dengan stiker yang lucu atau karakter kartun yang dia suka. Lalu minta anak Anda mengelilingi rumah maupun halaman rumah sambil tetap mengawasinya.

Mendengar Suara dari Badan

Selain perabotan rumah, Anda juga bisa mengajak anak untuk mendengarkan suara dari badan. Bisa badannya sendiri, maupun badan kita. Mulai suara batuk, bersin, bersiul, tepuk tangan, dan sebagainya.

Tidak hanya mendengarkan, Anda juga bisa mengajarinya untuk melakukan siulan, tepuk tangan, dan menginjak bumi sehingga ia juga dapat menirukannya.

Musik dari Suara Badan

Setelah mencontohkan suara badan, Anda juga bisa mulai memperkenalkan ritme musik sederhana untuk anak. Misal dengan ritme dua kali injakan kaki dan sekali tepukan, seperti lagu We Will Rock You dari band lawas Queen.

Di samping itu, Anda juga bisa bermain tebak suara dengan kartu atau halaman buku yang ditulisi atau digambari. Misal bila bergambar mulut, minta anak untuk bersiul. Bila bergambar tangan, bisa bertepuk tangan atau menjentikkan jari.

Harmonisasi Ritme Bunyi Perabot

Jika anak sudah bisa melakukan semua itu, Anda bisa mengajaknya untuk memainkan sebuah benda bersama-sama dengan pembagian tugas.

Misalnya Anda bermain ember kecil yang menghasilkan suara tinggi dan ember lebar bersuara rendah. Mainkan peran masing-masing dengan timing tertentu, sehingga menjadi permainan yang mengasyikkan.

Anda juga bisa menambahkannya dengan suara tubuh seperti tepukan tangan atau injakan kaki, sehingga terasa lebih ramai. Jangan dipaksakan jika belum bisa, usahakan semenyenangkan mungkin sehingga anak cepat belajar.

Sekian tips untuk menstimulasi pendengaran anak terhadap suara atau bunyi dari benda sekitar. Tidak perlu setiap hari, yang paling penting adalah konsisten dan membuat anak Anda cerdas sekaligus bahagia.

Bila ingin anak berprestasi dari SD hingga SMA, carilah guru les akademik berkompeten di kota Anda dengan aplikasi Berprestasi. Ada berbagai fitur gratis untuk membantu prestasi anak seperti video belajar, Try Out, konsultasi pelajaran, sampai mencari guru les berbagai mata pelajaran.

Download Aplikasi Berprestasi (Android)

Cari guru les di kotamu
Cari guru les di kotamu

Artikel Menarik Lainnya:

5 Cara Mengasah Keberanian Anak, No. 5 Paling Penting!

Tips dan Teknik agar Anak Cepat Menulis