7 Kendala yang Biasa Dialami Anak Mau Masuk SD

Bagi para orangtua yang anaknya akan memasuki sekolah dasar (SD) harus memperhatikan beberapa hal ini. Biasanya, anak butuh penyesuaian diri ketika masuk di sekolah baru.

Tapi, ada beberapa dampak yang terjadi pada anak tersebut. Selain sering mogok ke sekolah baru, anak juga merasa malas untuk berangkat sekolah.

Namun, hal itu bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Karena sudah wajar terjadi pada anak yang baru masuk di sekolah barunya.

Untuk itu, orangtua perlu memahami 7 hal atau kendala yang biasa dialami anak saat masuk di sekolah barunya. Informasi dilansir dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud RI.

1. Anak susah bangun tidur

Ketika anak terbiasa masuk sekolah TK lebih siang, maka saat SD yang mengharuskan siswa masuk sebelum pukul 07.00 menjadikan anak susah untuk bangun tidur pagi hari.

Untuk mengubah kebiasaan itu tentu butuh waktu. Maka mulailah membiasakan anak bangun lebih awal sebelum anak memasuki sekolah.

2. Malas berangkat sekolah

Karena sebelumnya anak terbiasa masuk agak siang saat di TK, maka untuk masuk pagi menjadikan anak malas berangkat.

Tapi hal ini berbeda dengan beberapa TK yang sudah mengajarkan untuk masuk sekolah pada pukul 07.00. Ini biasanya terjadi pada sekolah TK yang menjadi satu dengan SD.

Jadi, berikan kesan bahwa di sekolah lebih menyenangkan daripada di rumah. Hal ini sungguh akan membantu anak-anak untuk semangat menuju ke sekolah.

3. Masih minta diantar

Hal ini seringkali terjadi terutama akan dialami oleh anak-anak yang sedikit memiliki keberanian. Anak-anak yang memiliki hambatan dalam bersosial seringkali mengalami hal ini.

Keberanian untuk berangkat sekolah sendiri tidak ada sehingga ia memiliki kebiasaan minta diantar oleh orangtuanya. Kita tak perlu merasa khawatir berlebihan. Ini lebih kepada masalah mengubah kebiasaan saja.

Pada awal-awal memang demikian namun sedikit demi sedikit kita harus mencoba menjadikan dirinya mandiri. Cobalah untuk mencari teman yang cocok untuk berangkat bersama. Maka anak akan mandiri.

4. Takut dengan guru

Biasanya, jika anak mogok sekolah maka dia mengalami masalah di sekolah. Salah satunya takut dengan guru. Sebenarnya kurang tepat jika dikatakan takut, melainkan lebih tepat merasa malu karena masih asing.

Guru baru yang akan mengajarnya sering kali dianggap orang baru dalam arti baru dikenalnya. Tentu keasingan ini akan berdampak kurang akrab bagi dirinya.

Cara mengatasinya tentu harus dikenalkan dan diakrabkan. Jika memungkinkan berkunjung ke rumahnya itu akan lebih baik. Dengan begitu si anak akan lebih kenal dan akrab jauh-jauh hari sebelum masuk sekolah.

5. Merasa tak ada teman

Karena berada di sekolah baru, maka anak akan mengalami hal-hal baru termasuk teman-temannya. Ini akan mengakibatkan anak merasa asing kembali.

Oleh karena itu, berteman pun sering menjadi masalah bagi anak-anak. Butuh waktu untuk beradaptasi dan berkenalan dengan teman barunya. Apalagi bagi anak-anak yang pemalu.

Tugas orangtua di awal adalah mencarikan teman. Hanya saja ada yang perlu diperhatikan saat orangtua mencarikan teman adalah siapa saja yang dianggap paling nyaman bagi anak kita.

Hindarilah kita membeda-bedakan teman lain. Jangan sampai kita menjelek-jelekkan anak lain kepada anak kita. Semua adalah teman baik. Ini akan membuat anak kita menjadi baik dan tidak sombong.

6. Tak mau masuk kelas

Saat anak dari rumah sudah begitu bersemangat, namun entah mengapa ketika hendak memasuki kelas, tiba-tiba mogok. Ini seringkali membuat orangtua putus asa. Membujuk berkali-kali dengan berbagai cara tetap saja tak mau masuk.

Ada banyak kemungkinan anak tak mau masuk kelas. Misalnya dia tak suka kepada salah seorang teman di kelasnya, mungkin karena tidak cocok posisi duduknya, mungkin gurunya yang kurang ramah, ruangannya, atau hal lain yang tidak terkomunikasikan anak kita.

Oleh karena itu kita tak harus marah. Lebih baik mengamati dan menyelidiki apa penyebabnya agar dapat dicari solusinya.

Ajaklah anak untuk bicara dengan santai, ketika dia tidak sedang mogok. Tanyakan hal yang kurang menyenangkan di kelas itu. Jika sudah tersampaikan maka bekerjasamalah dengan guru wali kelasnya untuk mengatasi hal itu. Tentu ini akan lebih baik hasilnya.

7. Anak minta ditunggui

Biasanya, anak yang belum mandiri akan minta ditunggui oleh orangtuanya. Tapi ada hal lain yang perlu diketahui orangtua. Bisa karena adanya tekanan batin yang dialami anak.

Tekanan ini bisa berasal dari guru, teman, bahkan dari orangtuanya sendiri. Anak-anak yang mendapat pesan keras dari orangtuanya saat hendak berangkat sekolah bisa berdampak kurang bebas bagi anak.

Misal si ibu berpesan agar selalu memperhatikan saat diajari guru, atau ayah berpesan tidak nakal, tidak ini tidak itu, harus begini, harus begitu, akan membuat anak terlalu banyak beban. Maka hindarilah pesan berlebihan kepada anak. Jadi, berpesanlah yang wajar saja pada anak anda.

Sumber: Kompas