Bagaimana Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak?

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan biaya pendidikan mencapai 10 persen setiap tahun. Setiap orangtua yang ingin anak-anaknya memperoleh pendidikan terbaik tentunya harus pintar menyiapkan dana.

Mempersiapkan dana pendidikan semestinya menjadi prioritas jangka panjang. Dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (26/7/2019), PR Manager Treasury, Anang Samsudin menyarankan persiapan dana pendidikan anak bisa dimulai lima tahun hingga 15 tahun sebelumnya.

“Semakin pendek waktu yang kita punya, maka akan semakin besar tenaga dan biaya yang harus dikeluarkan,” katanya.

Selain waktu, hal lain yang tak boleh diabaikan dalam penyiapan dana pendidikan adalah pemilihan instrumen simpanan. Salah satu yang biasa jadi pilihan adalah menyimpan emas sebagai simpanan jangka panjang.

“Yang salah satunya mereka gunakan sebagai biaya pendidikan anak,” katanya. Dengan begitu, Anda dapat menutupi kenaikan biaya pendidikan yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya.

3 Langkah Perencanaan

Anang menyatakan ada tiga langkah yang perlu dilakukan orangtua dalam perencanaan dana pendidikan anak. Langkah pertama adalah mencari tahu besarnya biaya yang diperlukan untuk dapat bersekolah di lembaga pendidikan yang diinginkan.

Dengan informasi tersebut, para orangtua bisa mulai menghitung dana pendidikan yang harus disiapkan, mulai dari Taman Kanak-kanak hingga Perguruan Tinggi.

Langkah kedua, lakukan estimasi biaya pendidikan yang dibutuhkan pada saat nanti anak masuk sekolah. Cara menghitungnya cukup sederhana dan berlaku bagi jenjang pendidikan TK, SD, SMP, hingga SMA.

“Misalnya total biaya yang dibutuhkan untuk kuliah saat ini adalah Rp80 juta. Maka untuk menghitung estimasi biaya kuliah 10 tahun mendatang, biaya kuliah saat ini harus ditambahkan 10 persen per tahunnya dengan penambahan progresif hingga 10 kali,” jelas Anang.

Langkah Ketiga

Setelah mengetahui besarnya biaya pendidikan anak, langkah ketiga yang perlu dilakukan adalah membuat strategi dalam mempersiapkan dana pendidikan. Salah satunya dengan memilih instrumen keuangan untuk menyimpan dana pendidikan tersebut.

Pilihlah instrumen yang nilainya cenderung naik dalam jangka panjang. Salah satu instrumen yang tepat karena nilainya yang cenderung naik dalam jangka panjang adalah emas.

Langkah terakhir, lakukan review secara berkala terhadap simpanan yang berhasil dikumpulkan. Pastikan kembali dana pendidikan yang sudah terkumpul masih sejalan dengan biaya sekolah dan perguruan tinggi yang sebelumnya direncanakan. Apabila ada perubahan, segera hitung ulang untuk memastikan dana pendidikan masih sesuai rencana.

Sumber: Liputan 6

Penulis: Dinny Mutiah

Gambar: Freepik