Cara Menyeimbangkan Otak Kanan dan Kiri

Banyak yang bilang, kecerdasan anak akan sempurna apabila otak kanan dan kiri berkembang secara seimbang. Namun apa saja perbedaan, macam fungsi dan cara menyeimbangkannya? Simak penjelasannya.

Otak manusia memiliki 3 bagian utama: Otak Besar, Otak Kecil, dan Batang Otak. Otak Besar memiliki fungsi utama yaitu berpikir secara sadar. Sementara Otak Kecil untuk koordinasi sadar gerakan fisik, dan Batang Otak untuk kendali tak sadar dari fungsi organ tubuh.

Otak kanan dan kiri yang sedang kita bahas bersama adalah bagian dari Otak Besar. Maka di artikel ini kita akan berfokus untuk membahas Otak Besar saja dan mengabaikan bagian otak yang lain.

Roger W. Sperry, Neuro-Psychologist

Teori mengenai otak kanan dan kiri dicetuskan oleh Roger W. Sperry pada sekitar 1960 dan mendapatkan penghargaan Nobel di bidang kedokteran Neuro-Psikologi pada 1981.

Menurutnya, manusia bisa cenderung dominan di otak sisi kiri atau kanan. Namun penelitian ini direvisi dan disempurnakan oleh sejumlah penelitian terbaru. Bahwa bukan aktivitas otak yang dominan, tetapi kemampuan otak yang berkembang.

Dengan kata lain, ada orang yang memiliki sisi otak yang lebih terlatih ketimbang sisi lainnya. Ciri-ciri dari masing-masing otak kiri maupun kanan adalah sebagai berikut.

Otak Kanan
Kemampuan Imajinasi

Otak kanan adalah sisi otak yang berfungsi optimal dalam bidang yang terkait dengan kreativitas dan ekspresi. Ini adalah sejumlah aktivitas yang banyak dipengaruhi oleh otak kanan, di antaranya:

  • Warna atau gambar visual
  • Nada atau ritme musik
  • Pengenalan terhadap wajah
  • Memahami emosi seseorang
  • Ekspresi dari emosi diri
  • Kreativitas atau menciptakan sesuatu
  • Berimajinasi
  • Berintuisi

Otak kanan seseorang akan aktif ketika melakukan visualisasi terhadap apapun. Orang yang memiliki otak kanan yang kuat akan jarang memikirkan sesuatu dengan kata-kata. Mereka biasanya memiliki pola pikir yang out-of-the-box dan mampu melihat banyak hal dari kacamata yang luas.

Untuk mengembangkan skill otak kanan seorang anak, latih kebiasaan ini: 

  • Melatih kepekaan seni dengan memutarkan musik dinamis di pagi hari dan musik yang lebih tenang di siang hari.
  • Merangsang kemampuan mengontrol diri dan melatih stabilitias emosi anak, misalnya dengan memberikan pengertian pada anak saat keinginannya ditolak atau gagal dalam mencapai sesuatu. 
  • Melatih kepekaan rasa makanan dan memilih makanan yang disukai atau tidak disukai dengan mengajak menyiapkan makan bersama.
  • Mengajari untuk mengenali berbagai macam benda dari gambar bentuk dan ciri-cirinya. Lebih baik lagi dengan visual yang sederhana, colorful dan menyenangkan.
  • Bermain dengan alat peraga seperti plastisin atau lego untuk meniru berbagai benda. Hal ini akan melatih daya imajinasi dan kreativitasnya.

Baca Juga: Cara Mengasah Keberanian Anak

Otak Kiri
Kemampuan Menyusun

Bagian otak ini banyak mendukung aktivitas yang memerlukan logika dan analisis, Seseorang yang memiliki otak kiri yang kuat biasanya ahli dalam hal-hal seperti ini:

  • Perhitungan matematika
  • Keterampilan berbagai bahasa
  • Perencanaan pekerjaan
  • Kedisiplinan waktu
  • Pemikiran kritis
  • Analisis terkait angka

Seseorang yang otak kirinya terlatih, akan melakukan pekerjaan mereka dengan data ataupun dasar yang bisa dipertanggungjawabkan. Mereka juga detil, berpikir dan menuangkan segala hal dengan catatan ketimbang gambaran visual.

Untuk mengembangkan skill otak kiri seorang anak, latih kebiasaan ini: 

  • Bacakan cerita yang menarik dan bermanfaat dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
  • Melatih daya ingat dan logika berpikir, di antaranya dengan cara:
    • Meminta anak mengulang membaca, kemudian melakukan tanya-jawab. Dengan demikian anak dibiasakan untuk berpikir dan mengingatk apa yang baru dipelajarinya.
    • Sesekali orang tua membaca dan anak mendengarkan, kemudian anak ditanyai tentang apa yang baru didengarnya, untuk membiasakan dan memahami materi baru.
    • Bermain tebak-tebakan kata, sehingga anak bisa belajar dalam suasa gembira. 
    • Mengajak anak bermain dan mengamati, lalu kita ajak berbincang-bincang mulai dari masalah yang sederhana sampai dengan masalah yang rumit. Misalnya mengajak anak mengamati gunung, pantai dan lain-lain.
  • Membiasakan anak bertindak rapi dan disiplin, misalnya membiasakan anak meletakkan sepatu di lemari sepatu. Atau mengajari tepat waktu terhadap jadwal kegiatan mereka.
  • Melatih berhitung dengan contoh yang dekat dengan anak. Misalnya menggunakan permen, es krim, mainan, ataupun tokoh kartun yang dia senangi.

Begitulah penjelasan mengenai otak kanan dan kiri manusia. Untuk melatih perkembangan kecerdasan otak kanan dan kiri, latihan-latihan ini sebaiknya dilakukan secara rutin dan bergantian. Sehingga keduanya berkembang dengan optimal secara seimbang.

Atau kalau Anda ingin menemukan guru yang mampu mengembangkan otak kanan dan kiri anak, klik di sini. Baik online maupun offline, mereka bisa membantu.

Anda juga bisa mencari guru les yang kompeten di masing-masing pelajaran untuk anak Anda di aplikasi Berprestasi.

Download Aplikasi Berprestasi (Android)

Cari guru les di kotamu.

Artikel Terkait: Kecerdasan Majemuk, Orang Tuamu Harus Tau!