Cegah Virus Corona, “Dokter Cilik” Bisa Jadi Duta Kesehatan di Sekolah

Untuk mendukung pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, beberapa sekolah berinisiatif melakukan kegiatan edukasi guna memberikan penjelasan tentang virus corona kepada siswa, orangtua dan masyarakat.

Tujuannya agar mereka tidak ikut panik karena kurangnya informasi terkait Covid-19 ini.

SDN 005/V Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat dan SMPN 11 Batang Hari, Jambi punya strategi untuk mengedukasi para siswanya menghadapi wabah Covid-19.

SDN 005/V Kuala Tungkal mengembangkan program duta kesehatan untuk mengkampanyekan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat. Dari 459 siswa dipilih 50 siswa untuk menjadi ” dokter kecil” yang menjadi duta kesehatan sekolah.

“Setiap Jum’at sore, para duta kesehatan ini dibina tim Dinas kesehatan dan Puskesmas. Tugas duta kesehatan menjadi pendamping edukasi kesehatan kepada teman-temannya melalui pembiasaan positif melakukan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,” kata Sampurna, guru penanggungjawab program.

Kegiatan “dokter cilik”

Ada beberapa kegiatan “dokter kecil”  yang menjadi duta kesehatan sekolah yang dapat ditiru sekolah lain;

1. Kampanye konsumsi makanan sehat

Pertama, setiap hari ada giliran perkelas yang wajib membawa makanan sehat dari rumah sesuai Isi Piringku. Duta kesehatan ikut mengkampanyekan isi satu porsi makanan dalam piring yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu 1/3 makanan pokok, 1/3 sayuran, dan 1/3 terdiri buah-buahan dan lauk pauk.

Siswa yang mendapat giliran makan bersama didampingi guru kelas masing-masing. Melalui pembiasaan ini diharapkan anak terbiasa makan buah, sayur, dan lauk yang dibuat di rumah, dan bukan makanan cepat saji.

Kegiatannya diawali mencuci tangan dengan sabun dan dibasuh dengan air mengalir, berdoa, makan bersama, dan menggosok gigi dengan benar.

2. Kampanye kantin sehat

Kedua, duta kesehatan memastikan kantin sekolah menjual makanan sehat di kantin sekolah. Awalnya tidak mudah untuk menciptakan suasana kantin sekolah yang bersih dan sehat. Apalagi dengan siswa yang mencapai kurang lebih 500 siswa.

Para penjual di kantin sekolah dilatih dan didampingi dalam menjual makanan sehat. Semua jajanan di kantin adalah jajanan lokal yang diolah sendiri oleh penjual kantin terbebas dari segala pengawet.

Semua harus melakukan prinsip keamanan makanan meliputi higienitas pengolahan, penanganan dan penyimpanan pangan, pengendalian hama, sanitasi, tempat, sampai penggunaan peralatan.

3. Kampanye bebas sampah plastik

Ketiga, kantin sekolah tidak menyediakan semua jenis plastik untuk jajanan. Semua siswa diwajibkan membawa tempat makanan dan minuman sendiri.

Dengan membawa tempat dari rumah, otomatis sampah plastik di sekolah berkurang. Inovasi ini membuat lingkungan sekolah menjadi bersih dan tidak tampak lagi sampah plastik atau sampah lainnya.

Jajanan di kantin sekolah juga rutin dipantau oleh dinas kesehatan. Inisiatif ini mendapat penghargaan Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan dari Badan POM RI pada 26 Desember 2019.

4. Pembiasaan hidup sehat

Selain kegiatan di atas, para duta kesehatan sekolah juga melakukan kampanye pembiasaan mencuci tangan yang benar yang memanfaatkan 24 tempat cuci tangan sekolah, pembiasaan menggunakan jamban, olahraga teratur, memantau jentik nyamuk, sampai memotong dan menjaga kebersihan kuku.

“Dengan program-program tersebut diharapkan siswa selalu sadar untuk mengkonsumsi makanan sehat dan menjaga kebersihan dirinya sehingga dapat meningkatkan daya tahan tidak mudah terserang penyakit, seperti Covid-19,” kata Sampurna, guru SDN 005/V Kuala Tungkal yang juga fasilitator Program PintarTanoto Foundation.

Siswa sadar terhadap corona

 Menurut Titien Suprihatien, guru SMPN 11 Batang Hari Jambi, salah satu peran guru dalam menghadapi wabah virus Corona adalah ikut menenangkan suasana, menghilangkan kepanikan, dan menyampaikan pesan positif kepada siswa.

“Corona memang ganas, menular cepat dari manusia satu ke manusia yang lain. Tetapi kita yang harus lebih bersemangat menyebarkan virus kebaikan, kesabaran, dan perilaku hidup sehat kepada para siswa,” kata Titien.

Untuk membantu siswanya lebih aware (sadar) dalam menghadapi wabah virus corona, Titien memiliki dua kiat.

Pertama, ajak siswa untuk tidak percaya berita hoaks dan tidak ikut menyebarkan berita hoaks terkait virus corona. Latih daya kritis siswa dalam menentukan informasi yang benar atau tidak benar. Jangan sampai informasi yang diterima dan disebarkan malam memperkeruh suasana.

Kedua, edukasi siswa dan warga sekolah cara menghindari Covid-19, sampai cara-cara yang harus dilakukan jika terpapar virus tersebut.

“Pastikan tangan selalu bersih, jangan menyentuh wajah sebelum mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan hindari berjabat tangan dengan sembarang orang. Setidaknya perilaku sehat tersebut selalu kita budayakan kepada siswa,” kata Titien.

Sumber: Kompas