Houdini: Arwah itu Cuma Hoax!

Julukannya “The Handcuff King”. Menunjukkan betapa piawainya Harry Houdini untuk lolos dari berbagai ikatan borgol dan penjara. Menariknya, ia sempat bikin kontroversi kalau arwah dan alam gaib itu cuma hoax.

Nonton program TV kompetisi sulap The Master? Pasti kenal The Sacred Riana, Jo Sandy, sampai Master Limbad dong. Seru banget kan nonton kemampuan mereka bikin hal nggak logis jadi nyata dengan gayanya masing-masing.

Sejumlah dari kita menganggap itu pakai ilmu jin, tenaga dalam, benda klenik, dan sebagainya. Tapi sebagai murid yang mengenyam pendidikan dan logis seperti kalian ini, biasanya berpikir itu semua trik semata. Ya nggak, guys?

Menariknya, di kalangan pesulap sendiri malah ada yang nggak percaya sama hal mistis. Salah satunya pesulap legendaris Harry Houdini. Bukan cuma nggak percaya makhluk halus, tapi juga bilang kalau kehidupan setelah kematian atau alam arwah itu nggak ada lho.

Wah, yaa logis sih. Tapi apa nggak kebablasan ya, pendapatnya?

Yang jelas Houdini sempat menggemparkan jagad media di zamannya, karena berhasil membongkar kepalsuan praktik-praktik pemanggilan roh di atas panggung. Seperti apa sih, kisah Houdini?

Terlahirnya Nama ‘Houdini’
Harry Houdini muda memegang borgol.

Ketika lahir di Hungaria pada 24 Maret 1874, ia diberi nama Erik Weisz. Seiring perkembangan karirnya, sebutan nama aslinya dalam berbagai bias bahasa ialah Ehrich Weiss atau Harry Weiss. Namun kita semua tahu nama panggung yang membuatnya dikenang sepanjang masa: Harry Houdini.

Pesulap berdomisili Amerika Serikat itu mengakui nama ‘Houdini’ terinspirasi dari ilusionis Perancis favoritnya, Jean-Eugene Robert-Houdin (1805-1871). Walau begitu, di masa awal karirnya Houdini cukup kesulitan guys. Dia sampai ikut kerja di tempat sirkus supaya kebutuhan hidupnya bisa terpenuhi.

Pria berambut ikal ini sempat serius di cabang sulap kartu. Lantas menasbihkan diri sebagai “The King of Cards”. Tapi penonton pertunjukan nggak terlalu antusias, mungkin karena kurang terasa fenomenal.

Dia pun sempat berganti asisten. Mulai dengan saudarinya sendiri, hingga asisten terakhirnya, Bess yang kemudian menjadi kawan hidup hingga akhir hayat. Kalau kamu, sudah ada nggak? Eh, maksudnya sudah punya kawan belajar kelompok nggak?

Awal si Raja Borgol
harry houdini saat akan beraksi dengan tangan terborgol
Harry Houdini saat akan beraksi dengan tangan terborgol.

Suatu kali, Houdini bertemu seorang kawan bernama Martin Beck di kawasan Woodstock, Illinois. Beck melihat fisik prima Houdini, dan mengetahui kalau saat lebih muda ia juara lari Cross Country.

Beck lalu mengatakan bahwa kekuatan fisik Houdini ini adalah aset. Sehingga lebih baik fokus ke pertunjukan sulap ekstrim yang mengandalkan fisik seperti aksi meloloskan diri. Houdini setuju, dan lantas merencanakan tur Eropa untuk pertunjukan meloloskan diri.

Pada 1900, mereka memulai tur pertunjukannya. Dimulai dari kota London di Inggris, berlanjut ke Skotlandia, Belanda, Jerman, Rusia, dan Perancis. Setiap kota yang dikunjungi, Houdini menantang polisi penjara untuk memborgol dan menguncinya di dalam sel.

Alhasil, nama Harry Houdini terkenal di berbagai belahan Eropa sebagai Raja Borgol. Apalagi di zaman itu baru ditemukan kamera film bergerak. Sehingga dokumentasi pertunjukannya menyebar ke mana-mana. Salah satu yang paling terkenal berjudul “Vaudeville” (1906).

Karir Sulap Melejit
Nama Harry “Houdini” melejit

Hanya dalam 5 tahun, Houdini yang dulunya menyambung hidup di tempat sirkus berhasil jadi pesulap tersohor yang kaya raya guys. Ia mampu beli rumah mewah di wilayah Harlem secara tunai, pesawat terbang, sampai gaun bekas Ratu Victoria yang diberikan ke ibunya.

Walau sukses tetap berbakti lho. Kalau mau berprestasi, contohlah Houdini yaa guys.

Belasan tahun sejak kesuksesannya, banyak pesulap yang meniru konsep eskapologi yang menjadi trademark Houdini. Supaya nggak tersaingi, ia lebih kreatif mengadakan aksi meloloskan diri. Mulai dari gentong berisi air susu, tong pemanas, sel siksaan air, hingga dikubur hidup-hidup.

Banyak pihak yang menganggap aksi Houdini bukan sekedar sulap biasa. Tapi ada campur tangan dari dunia gaib atau benda-benda klenik. Sang pesulap tidak pernah memberi konfirmasi ataupun klarifikasi. Malah, tim marketing dan promosinya membuat poster-poster yang terasa lebih magis dan metafisis.

Terlepas dari itu, Houdini membuat dunia sulap di awal abad 20 menggeliat. Hanya dalam lima belas tahun ia berhasil mengumpulkan para pesulap amatir di berbagai Negara Eropa.

Komunitas yang digagasnya itu berkembang pesat dan hingga 6000 member berbayar. Cabangnya pun ada sekitar 300 di seluruh dunia.

Pembongkaran Ritual Palsu Pemanggilan Arwah
Salah satu poster Houdini membongkar ritual palsu pemanggilan roh.

Di awal periode 1920-an, semakin banyak pesaing yang mengikuti konsep dan jejak Houdini. Dengan gaya orisinil dan kreativitas masing-masing. Hal itu membuatnya berpindah haluan dan membuat gebrakan sensasional. Yakni membongkar aksi pemanggilan arwah.

Pertunjukan mediasi arwah memang sedang terkenal di kalangan masyarakat kala itu. Sebagian nggak percaya, tapi banyak lainnya yang justru membela mati-matian.

Beruntungnya, Houdini punya bekal banyak berkat latihan dan percobaan sainsnya untuk sulap selama bertahun-tahun. Yang bahkan mampu mengelabui banyak ilmuwan maupun akademisi dan membuat karirnya sukses.

Tuh guys, belajar IPA harus serius biar terkenal kayak Houdini, ya nggak?

Singkat cerita, sang pesulap tenar itu bergabung dengan komite Saintifik Amerika. Kemudian menyebar sayembara, barangsiapa yang mampu mendemonstrasikan kemampuan supranatural di depan para komite akan diberi hadiah.

Sejak itu banyak pertunjukan supranatural palsu yang berhasil dibongkarnya. Di antaranya sejumlah pemburu hantu, seorang pria bermata X-Ray, dan beberapa praktisi mediasi palsu. Konsep barunya ini membuat ketenarannya kembali banyak dibicarakan.

Bertahun-tahun kemudian konsep debunking atau pembongkaran trik panggung ini masih dipakai beberapa pesulap kondang seperti The Amazing Randi serta duo Penn & Teller.

Nggak Percaya Supranatural
Houdini saat membongkar kasus spiritualis palsu.

Aktivitas Houdini dan komite Saintifik Amerika itu ternyata bikin para penganut Spiritalisme geram guys. Nggak cuma publik biasa atau tokoh, bahkan sahabatnya sendiri juga ikut mengecamnya. Ia adalah Sir Arthur Conan Doyle penulis cerita fiksi detektif Sherlok Holmes.

Pasalnya, si pesulap mancung ini sampai menulis banyak pembongkaran ritual palsunya menjadi buku. Judulnya “A Magician Among the Spirits”. Saking marahnya, Conan Doyle sampai bilang ke media kalau Houdini ini merupakan musuh besar yang berbahaya.

Wah, kok jadi bertengkar sama sahabat sendiri? Yang ini jangan ditiru guys. Berkarya boleh, tapi jangan lupa sama teman sendiri yaa, apalagi kalau punya hutang hehehe.

Sayangnya Houdini nggak mengacuhkan kegusaran mantan sohibnya itu. Bahkan di depan media ia bersama istrinya sempat sesumbar janji, yang sekaligus sikap skeptisnya sama dunia supranatural. Kurang-lebih begini:

“Seandainya alam arwah itu ada, aku bakal bisa lolos dari penjara gaib itu dan bicara dengan kalian yang masih hidup.”

Harry Houdini

Ia dan Bess kemudian menyepakati kode rahasia yang akan disebutkannya pasca kembali dari alam kematian. Kode itu belakangan diketahui merupakan judul lagu favorit sang istri.

Perburuan Arwah Houdini
Houdini di masa tua sebelum meninggal.

Beberapa tahun berselang, Houdini berpulang. Jagad media mulai ramai membicarakan kemungkinan Houdini kembali dari alam arwah.

Tentu saja harus melalui mediasi supranatural. Banyak praktisi gaib berusaha mengadakan kontak yang didukung Bess istri Houdini, namun hasilnya nihil.

Hingga tiga tahun kemudian, seorang praktisi spiritual bernama Arthur Ford mengaku mendapat kontak gaib dari si pesulap legendaris. Ia kemudian melakukan mediasi di depan Bess dan menyebutkan kode rahasia yang hanya ia dan segelintir orang yang tahu.

Namun belakangan istri Houdini itu tahu bahwa Ford membuat ritual palsu pemanggilan arwah. Menurutnya, kode rahasia itu kemungkinan didapat dari petunjuk-petunjuk dari sekitar keluarga ataupun kolega Houdini.

Sepuluh tahun berselang dengan banyak percobaan mediasi. Bahkan diadakan sayembara bernilai 1 juta dollar. Namun sosok astral sang artis pelolosan diri itu nggak pernah berhasil terdeteksi. Hingga akhirnya Bess menyatakan, “10 tahun untuk menunggu seorang lelaki itu sudah terlalu lama.”

Houdini tidak pernah kembali.

Gimana guys, arwah Houdini yang nggak muncul itu apa membuktikan kalau dunia gaib itu nggak ada? Kalau seandainya benar-benar ada, maka alam arwah bakal jadi satu-satunya penjara yang nggak mampu ditaklukkan si Raja Borgol.