Kenapa Prodi Ilmu Hukum Paling Diminati? Ini Fakta dan Mitosnya

Jika berkaca dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 dan 2019, program studi (prodi) ini menjadi salah satu prodi yang paling diminati.

Prodi apa itu? Jawabannya ialah Prodi Ilmu Hukum. Kenapa bisa menjadi salah satu yang paling diminati oleh calon mahasiswa? Ternyata ada beberapa penjelasannya.

Hal ini bisa dilihat dari pelaksanaan SBMPTN 2018 dan 2019 di Universitas Indonesia (UI) serta Universitas Brawijaya, Prodi Ilmu Hukum jadi yang paling diminati. Atau mengalahkan prodi lain di kedua kampus tersebut.

Dilansir dari laman Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), berikut data peminat Prodi Ilmu Hukum di kedua kampus tersebut.

1. Universitas Indonesia

  • SBMPTN 2018: 4.568
  • SBMPTN 2019: 1.634

2. Universitas Brawijaya

  • SBMPTN 2018: 4.994
  • SBMPTN 2019: 2.584

Ternyata, Ilmu Hukum juga jadi prodi paling diminati oleh calon mahasiswa baru di Universitas Padjajaran serta kampus negeri lainnya. Sekarang yang jadi pertanyaan, Kenapa peminatnya banyak? Lalu prospek kariernya apakah cuma berfokus di beberapa profesi saja?

Ini dia penjelasan fakta dan mitos dari Prodi Ilmu Hukum yang dirangkum dari Rencanamu.id.

1. Lulus pasti jadi pengacara, ini mitos

Banyak yang bilang jika lulus jurusan ini nanti akan menjadi pengacara atau notaris. Tentu tidak mesti ya. Karena lulusan jurusan ini bisa kerja di mana saja.

Misalnya bekerja di ranah perbankan, industri tambang, perminyakan, rumah sakit atau bahkan kamu bisa mendirikan Law Firm.

Apa itu Law Firm? Ini adalah firma hukum yang menyediakan berbagai layanan hukum untuk membantu klien. Layanan hukum itu bisa berupa jasa hukum, konsultasi hukum, hubungan industrial dan sebagainya.

Kamu juga bisa bekerja pada bagian HRD namun yang mengurusi kontrak setiap pekerja. Ini karena kamu akan berhadapan dengan undang-undang tenaga kerja. Atau pekerjaannya yang berkaitan dengan undang-undang yang berlaku.

2. Di prodi ini tidak ada hitung-hitungan, ini mitos

Meski Ilmu Hukum terlihat nggak ada pekerjaan yang berhubungan dengan hitung-menghitung, tetapi kenyataannya ilmu ini masih ada urusan hitung dan menghitung.

Biasanya, di ilmu ini akan menghitung tentang urusan warisan seseorang dan perhitungan pembagian warisan. Atau soal urusan jual dan beli, perhitungan harta gono-gini dan sebagainya.

3. Bisa belajar bicara di depan umum, ini fakta

Sebenarnya, tidak hanya di prodi ini saja. Sebab, semua prodi juga mengharuskan semua mahasiswa bisa berbicara di depan umum. Tetapi di Ilmu Hukum, kamu akan belajar cara untuk berbicara di depan umum tetapi berbobot.

Tentu maksudnya berbobot ialah ketika kamu melemparkan suatu pendapat, pandangan dan lainnya, kamu harus mendasarkan pendapatmu pada satu fakta baik itu pengetahuan atau bukti-bukti yang nyata.

Misalnya, ketika dosen bertanya sebuah kasus pembunuhan, maka kamu harus bisa menjawab dari kaca mata ahli hukum. Apakah pelaku akan dipidana? Atau undang-undang apa yang cocok sebagai dasar jawabanmu.

Jadi, kamu nanti akan terbiasa dengan pertanyaan seperti itu. Ya mau tidak mau kamu harus bisa berpikir sesuai dengan undang-undang atau data apa yang cocok. Bukan asal ngomong saja ya.

4. Harus bisa membuat hukuman lebih adil, ini fakta

Jika kamu bekerja sebagai pengacara, maka kamu harus bisa membuat hukuman yang bakal diterima oleh pelaku kejahatan tidak besar. Bukan berarti kamu akan membantu meloloskannya.

Ini bisa dicontohkan kalau ada seorang pelaku pembunuhan dan memiliki pengacara, maka si pengacara itu tidak akan membantu pelaku lepas dari hukuman.

Tetapi sang pengacara hanya bekerja untuk memastikan bahwa pelaku itu tidak menerima hukuman yang lebih besar dibandingkan apa yang sudah dilakukannya.

5. Mahasiswa prodi ini harus jadi aktivis, ini mitos

Tidak semua mahasiswa Prodi Ilmu Hukum harus menjadi aktivis. Bahkan melakukan demo ketika ada kejadian besar. Namun yang terpenting, jadi mahasiswa Prodi Ilmu Hukum harus mengerti tentang perundang-undangan dan juga lebih up to date dengan berita terkini.

Jika kamu menjadi aktivis di kampus, maka kamu akan belajar banyak hal yang tidak kamu dapatkan di bangku kuliah. Misalnya, kamu bisa belajar tentang mempersuasi, bekerjasama mengerjakan suatu masalah, atau tentang kepemimpinan.

Sumber: Kompas.com