Kominfo Siapkan 50 Ribu Beasiswa Bersertifikat Google

Jumlah penerima Digital Talent Scholarship (DTS) akan bertambah di 2020. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menyediakan sebanyak 50 ribu beasiswa untuk diperebutkan.

Jumlah tersebut dua kali lipat dibandingkan 2019. Rudiantara mengatakan, beasiswa ini merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan industri terhadap tenaga ahli dalam bidang teknologi.

“Tahun depan Kominfo dua kali, lima puluh ribu (beasiswa),” kata Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantara di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa, 17 September 2019.

Para penerima beasiswa nantinya akan mendapatkan pelatihan, kemudian setelah lulus akan mendapatkan sertifikat. “Itu fokus pada peningkatan keterampilan dan nanti disertifikasi oleh Google dan Google cloud. Yang belajar cloud computting, cloud compputing aja. Kemudian yang belajar IoT (Internet of Think), IoT saja, ada tujuh teknologi. Sehingga mereka bisa masuk ke dalam lapangan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan di bidang teknologi,” terangnya.

Terdapat empat akademi dalam program DTS. Pertama Fresh Graduate Academy (FGA). Ditujukan bagi lulusan D3, D4 dan S1 bidang TIK (atau yang terkait). Program ini juga terbuka bagi penyandang disabilitas.

Kemudian, akademi kedua Vocational School Graduate Academy (VSGA), program pelatihan intensif bagi lulusan SMK. Ketiga Coding Teacher Academy (CTA), ditujukan bagi para guru SMK, SMA, Madrasah Aliyah serta SMALB bidang TIK (Terbuka bagi Guru PNS dan Non PNS). Keempat adalah Online Academy (OA), program pelatihan online bagi masyarakat umum, termasuk ASN, mahasiswa, dan pelaku industri.

Beasiswa ini dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo bekerja sama dengan 31 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, 23 Politeknik dan empat perusahaan teknologi global antara lain AWS, Cisco, Google dan Microsoft.

Sumber: Medcom news