Kurikulum Baru 2021: Siapkah Guru dan Siswa Indonesia?

Dunia pendidikan indonesia bersiap untuk implementasi kurikulum baru yang mulai diuji coba dan diterapkan secara nyata kepada seluruh sekolah pada tahun 2021.

Dikutip dari cnnindonesia.com (3/9/2020), Nadiem Makarim, selaku menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengatakan bahwa pada kurikulum baru 2021 tersebut, guru diharuskan untuk mengetahui kemampuan anak didiknya di kelas. Sehingga guru dapat mengajarkan materi sesuai kompetensi serta kemampuuan yang dimiliki oleh siswa.

Kurikulum baru 2021 didesain sedemikian rupa agar guru dapat menyesuaikan kemampuan siswa karena telah diberi kebebasan atau “kemerdekaan” untuk menggunakan beragam macam modul yang dapat dengan bebas dipilih dan digunakan oleh guru kepada siswa-siswinya.

Melalui kurikulum baru 2021, maka guru dirasa akan mengajar pada level yang tepat sasaran kepada siswa-siswinya karena standar kompetensi yang tidak diseragamkan seluruh Indonesia.

Pro Dan Kontra Kurikulum 2021

Implementasi kurikulum baru yang akan diimplementasikan pada 2021 tersebut turut mengundang pro dan kontra dari masyarakat, khususnya pada guru sekolah. Sejumlah guru merasa khawatir tidak dapat mengimplementasikan adanya kurikulum baru tersebut.

Kekhawatiran tersebut muncul akibat masih adanya beberapa siswa di sekolah yang memiliki kemmapuan hingga fasilitas sekolah yang belum mendukung pembelejaran dengan baik.

Kepala SMK Negeri Manonjaya Tasikmalaya, Jujun Nugraha dikutip dari cnnindonesia.com mengatakan bahwa untuk menerapkan kurikulum yang diinisiasi oleh Nadiem, ia khawatir guru tak sanggup melaksanakannya karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan kemampuan yang dimilikinya.

Namun begitu, Jujun juga mengatakan bahwa pemerintah (baca: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) dapat saja mengimplementasikan kurikulum baru 2021 dengan menjamin pelatihan kurikulum yang baik dan efektif pada guru.

Dengan adanya implementasi kurikulum baru 2021, maka kemampuan guru harus turut ditingkatkan menyesuaikan konsep kurikulum baru.

Peningkatan kemampuan guru harus diupayakan ketika Nadiem Makarim menginginkan pada kurikulum baru 2021 agar guru dapat mengidentifikasi kemampuan dan mengajari siswa satu per satu.

Sejumlah pihak pun turut mengkritik adanya wacana kurikulum baru 2021. Nadiem dinilai terburu-buru mengimplementasikan kurikulum baru tersebut, sedangkan beberapa sekolah di Indonesia yang baru saja menerapkan kurikulum 2013 atau K13 satu tahun belakangan ini.

Kalau menurut kalian gimana tuh guys? Kalian excited gak sih sama adanya kurikulum baru 2021 atau udah nyaman sama kurikulum 2013 (K13)? Let us know, share opini kalian di bawah ya guys!