Lagu-Lagu ini Diciptakan Kecerdasan Buatan

Siapa pencipta lagu favorit kalian? Banyak musisi yang membawakan lagu bikinan sendiri maupun gubahan orang lain. Tapi kebayang nggak kalau lagu itu bukan diciptakan manusia, tapi komputer dengan kecerdasan buatan?

Kalau sudah nonton film fiksi superhero The Avenger, pasti kalian tahu Jarvis kan? Dia itu si komputer yang sering mewujud sebagai hologram milik tokoh Tony Stark alias Iron Man. Jarvis selalu dipanggil ketika zirah robotnya mau dipakai.

Ternyata hal seperti itu bukan lagi fiksi, guys! Saat ini para ilmuwan sudah bisa mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI), atau kecerdasan buatan. Iya, seperti Jarvis.

Uniknya lagi, di antara mereka sudah mampu bikin lagu lho. Mulai dari lirik sampai komposisi nadanya guys. Wah kok bisa ya, lagu apa aja sih yang sudah diciptakan oleh kecerdasan buatan?

“Blue Jeans & Bloody Tears” by Sweaty Machines

lagu ciptaan kecerdasan buatan
Tonton dan dengar lagunya di sini

Lagu yang pertama datang dari Sweaty Machines. Mereka meluncurkan lagu Blue Jeans & Bloody Tears ini di kanal Youtube mereka pada 13 Mei 2019 lalu dan sudah ditonton lebih dari lima juta penonton.

Diproduseri Avshalom Ariel, salah satu kreator pemenang lomba cipta lagu Eurovision 2018. Sweaty Machines juga menggandeng pemenang Eurovision 1978 Izhar Cohen untuk berduet menyanyi dengan komputer mereka. Eh tunggu, menyanyi duet?

Betul. Jadi kalau kalian mendengarkan lagunya, ada vokal si Izhar Cohen dan si robotnya juga. Keduanya bernyanyi bergantian, kadang bersama dan saling mengisi satu sama lain. Unik kan?

Sweaty Machines sendiri adalah sebuat grup musik yang isinya nggak cuma musisi, guys. Di antaranya ada para programmer yang membantu proses penciptaan lagu oleh Artificial Intelligence mereka. Juga sejumlah seniman di berbagai bidang yang menggarap video klipnya.

Pada prosesnya, awalnya mereka mengumpulkan data ratusan lagu yang terdaftar di lomba Eurovision. Mulai dari lirik hingga melodinya. Kemudian komputernya ‘disuapi’ dengan nutrisi kumpulan data ini.

Setelah dipelajari secara deep-learning oleh jaringan kecerdasannya, hasil algoritmanya membentuk ribuan lantunan melodi dan bait lirik. Yang kemudian sebagiannya dipilih dan ‘dilas’ satu sama lain oleh para punggawa Sweaty Machines. Setelah proses mixing dan mastering, jadilah lagu ini.

Wah, komputer sekarang juga berprestasi di bidang seni, guys. Kita jangan sampai kalah ya!

Artikel Viral Terkait: 5 Kisah Sekolah Terangker, Ada Wanita Berbadan Kuda!

“Daddy’s Car” by Sony CSL Research Lab

lagu ciptaan kecerdasan buatan bikinan flow machines
Tonton dan dengar lagunya di sini

Lho, ini bukan lagunya The Beatles? Kalau kalian berpendapat seperti itu setelah mendengarkannya, nggak sepenuhnya salah kok guys. Lagu ini memang tercipta dari referensi lagu-lagunya John Lennon dan kawan-kawan.

Daddy’s Car dikomposisi oleh Artificial Intelligence kembangan Sony CSL bernama Flow Machines. AI ini mampu memproses ratusan lagu karya The Beatles. Kemudian mengkonversinya menjadi berbagai komposisi baru yang unik dan berbeda dari aslinya.

Bedanya dengan di lagu daftar sebelumnya, lirik Daddy’s Car tidak diciptakan oleh Artificial Intelligence. Melainkan oleh komposer Prancis bernama Benoit Carre. Ia pun membuat nada vokalnya berdasar melodi-melodi yang sudah digenerasi si komputer canggih, lalu mengaransemennya.

Soal penyanyinya sendiri tidak disebut dalam tulisan mereka. Lagu ini diunggah di Youtube pada 19 September 2016 di kanal Sony CSL. Ia berhasil menarik lebih dari dua setengah juta netizen dunia maya untuk mendengarkannya.

Hmm menyenangkan juga ya guys, untuk dinikmati sambil belajar di kamar?

Baca juga: Kenapa Sih, Kita Sekolah?

“Break Free” & “Life Support” by Taryn Southern

Tonton dan dengar lagunya di sini

Lagu ciptaan kecerdasan buatan yang ketiga (sekaligus keempat) dinyanyikan oleh Taryn Southern dengan judul Break Free dan Life Support.

Wanita asal Amerika Serikat ini sempat menghebohkan media massa internasional. Pasalnya, ia meluncurkan dua lagu yang dikomposisi oleh komputer dengan kecerdasan buatan dalam albumnya.

Portal online BBC United Kingdom pun dalam artikelnya sempat menyatakan kekhawatirannya. Bahwa nanti lagu-lagu ciptaan kecerdasan buatan bisa-bisa menjadi hits melebihi ciptaan manusia sendiri. Kalau sudah begitu, jangan-jangan Ed Sheeran, Bruno Mars dan Adelle bakal gantung mikrofon alias pensiun?

Taryn sempat menanggapinya ketika dihubungi. Ia tak mengelak bahwa lagu-lagunya menjadi cukup populer di masyarakat salah satu faktornya karena dikomposisi oleh kecerdasan buatan yang bernama Amper.

Ia bahkan mengklaim Artificial Intelligence yang dipakainya ini sudah sensitif dengan emosi dalam menggubah melodi. Wah, sudah semakin mirip sama kita kalau dapat nilai pelajaran yang jelek ya, jadi sensitif? Hihi.

Namun ia juga menjelaskan, bahwa tetap saja kecerdasan buatan ibarat alat bagi musisi. Manusia tetap berperan dalam hal dinamika lagu dan kreativitas.

Ibarat membuat film, kecerdasan buatan menciptakan dasar materi film mentah. Manusia yang mengeditnya hingga menjadi lagu yang indah.

Gimana, kamu bisa juga nggak, bikin lagu kayak daftar di atas? Kalau nggak bisa, hati-hati guys. Siapa tahu gebetan kalian ditikung komputer lain, whaaat?

Artikel Terkait: Cara Alternatif Kendalikan Emosimu