Manusia Paling Cerdas di Bumi

Pernah bayangin nggak rasanya jadi manusia paling cerdas di muka bumi? Enak kali ya, nggak pernah ngerasain kepala panas beruap waktu ujian wkwk. Seperti apa sih sosok manusia dengan kecerdasan mentok itu? Yuk disimak profilnya.
1. JUDIT POLGAR, IQ: 170
Judit Polgar

Wanita cantik ini meraih gelar tertinggi di dunia Catur yaitu Grandmaster di usia yang sangat muda, 15 tahun. Hebat ya? Itu masih belum semua, karena tes IQ-nya mengalahkan Einstein dan Hawking yang ‘hanya’ 160. Wuih?

Saat ini perempuan asal Hungaria itu sudah nggak ikut turnamen catur dunia saat mengumumkan mundur pada 2014 lalu. Tapi setahun kemudian, doi malah dipilih jadi pelatih timnas Catur laki-laki.

Sudah cantik, jenius lagi. Gebetanmu kayak Judit Polgar? Hitung persamaan kuadrat aja masih tanya di fitur MyAsk Berprestasi, mending kamu mundur pelan-pelan deh, wkwk.

2. CHRISTOPHER LANGAN, IQ: 195
Christopher Langen

Dia sempat dijuluki sebagai “Pria Terpintar di Amerika”. Sebab, katanya di usia 6 bulan sudah fasih bicara. Wah, kayak bayi ajaib ya? Karena kecerdasannya dia diundang di berbagai TV nasional buat diwawancarai.

Waktu sekolah katanya dia sering bolos, tapi pas ikut ujian masuk kuliah nasional (SAT) nilainya sempurna dan ranking 1. Sayangnya, karena berasal dari latar belakang broken home, hidupnya nggak teratur dan cenderung berantakan.

Dia cerita bahwa waktu kuliah beasiswanya dicabut. Gara-garanya masalah birokrasi, jadi ibundanya itu nggak memperpanjang administrasinya karena nggak paham. Selain itu, dia dapat teman sekamar yang budaya pendidikannya buruk.

Selain itu, Langan sering debat dengan dosen-dosennya. Menurut pria berkacamata itu, materi-materi yang disampaikan di perkuliahan sudah nggak relevan, bahkan dirinya bisa mengajari dosen dengan cara lebih baik.

Langan pun drop out dari kampusnya. Sayang banget ya, padahal doi jenius lho. Tapi memang itulah pentingnya soft-skill. Bahwa selain pintar, kita juga perlu belajar untuk mengendalikan diri dan sopan di manapun berada.

3. B. J. HABIBIE (alm.), IQ: 200
Baharuddin Jusuf Habibie

Siapa sih, yang nggak ngefans sama presiden ke-3 kita ini? Setelah lulus kuliah ITB, pak Habibie lanjut ke studi master sampai doktoral di jurusan Teknik Penerbangan di Jerman. Hebatnya, beliau dapat predikat nilai tertinggi summa cumlaude, cerdas maksimal!

Selepas kuliah, beliau bekerja di perusahaan pengembangan pesawat di Jerman. Nggak tanggung-tanggung, karirnya melesat hingga jadi wakil presiden di perusahaannya. Gokil nggak sih?

Sampai pada 1973, pria jenius ini dipanggil mantan presiden Soeharto. Lantas diberi tanggung jawab tinggi sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi selama dua puluh tahun terakhir (1978-1998), Sebelum akhirnya menjadi presiden menggantikan Soeharto.

Walaupun jenius, jangan kira pak Habibie itu nggak romantis lho guys. Kamu harus tonton baik-baik film kisah hidup dengan istrinya, yang judulnya “Habibie & Ainun”. Ada novelnya juga lho. Jangan lupa bawa tisu satu dus ya!

4. CHRISTOPHER HIRATA, IQ: 225
Christopher Hirata

Manusia paling cerdas berikutnya adalah Hirata. Dia disebut sebagai anak ajaib karena mampu menuntaskan kuliah di usia yang masih bocah guys, 12 tahun! Kerennya lagi, 4 tahun kemudian dia dipanggil NASA buat bantu proyek mereka.

Saat Hirata sudah kerja bareng NASA, kita baru nongkrong pakai hoodie tulisan NASA he he.

Selain itu, Hirata juga meraih penghargaan sebagai profesor yang juga di usia sangat muda, yaitu ketika baru memasuki umur 30 tahun. Saat ini ia menjadi seorang ahli di bidang Astrofisika dan Kosmologi.

5. WILLIAM SIDIS, IQ: >250
Willliam Sidis
Willliam Sidis

Kita sampai di predikat manusia yang diketahui paling cerdas sepanjang masa, yaitu William James Sidis. Kejeniusannya yang ekstrim sudah terlihat saat ia menyelesaikan sekolah dasarnya dalam waktu 7 bulan. Bukan tahun, BULAN. Kerasa aneh nggak sih bacanya?

Saking jeniusnya, di usia 11 tahun dia sudah diterima di kampus Harvard. Sidis lulus dari kampusnya di usia 16, dan tak lama kemudian berhasil menguasai 40 bahasa berbeda di seluruh dunia beserta sejumlah dialeknya lho.

Apa daya para cowok yang bahasa kodenya cewek aja nggak tahu.

Sayangnya, masa dewasanya Wiliam Sidis nggak begitu beruntung. Dia sempat mengajar di beberapa kelas, yang tentu mahasiswanya lebih tua darinya. Mereka nggak menghargai Sidis, bahkan sempat mendapat kekerasan fisik.

Selain itu, ia sempat ikut organisasi sosialis yang berseberangan dengan pemerintah, sehingga sempat masuk penjara. Setelah keluar, pria berambut pendek ini lalu mengasingkan diri dari orang tuanya dan hidup sendiri jauh dari keramaian.

Gimana menurut kalian? Memang, ada segelintir manusia di bumi yang dianugerahi bakat kecerdasan hebat. Tapi ternyata kesuksesan nggak hanya ditentukan dari itu. Yang terpenting tetap semangat, kerja keras, dan rendah hati, setuju?