Meningkatkan Kreativitas Anak Dengan Permainan Tradisional

Ada beragam cara untuk meningkatkan kreativitas anak, kreativitas itu penting dalam rangka mengembangkan potensi minat dan bakat anak. Nah, ada banyak lho permainan tradisional yang bisa dipakai sebagai media mengasah kreativitas anak, banyak permainan warisan nenek moyang kita yang menyenangkan dan tentunya bisa mengasah keterampilan anak. Permainan tradisional apa saja itu? Mari kita simak:

  1. Dakon atau Congklak
    Apakah masih ada yang mengenal permainan ini? Yap, inilah dakon atau congklak. Congklak atau dakon berbentuk papan yang memiliki 16 lubang. Untuk memainkannya menggunakan biji yang terbuat dari kulit/cangkang kerang, bisa juga menggunakan batu. Biji congklak berjumlah 98 butir dan yang dapat memainkannya hanya 2 orang saja. Cara bermain congklak yaitu dengan menentukan siapa dulu yang akan jalan, kemudian pemain harus mengambil biji dari salah satu lubang menuju lubang yang sudah ditentukan yang berada di sebelah kiri dan kanan. Ambil semua biji satu persatu ke lubang yang sudah ditentukan tadi sampai habis, yang duluan habis itulah yang menjadi pemenang. Nah, apa yang bisa dipelajari oleh anak dalam permainan ini? tentu mengasah kemampuan berhitung melalui biji-biji congklak. Karena permainan ini hanya dimainkan 2 orang, anak bisa bermain dengan ibu atau ayahnya, permainan ini bisa mendekatkan hubungan antar keduanya. Strategi bermain dakon juga bisa mengasah kemampuan problem solving anak.
  2. Membuat mobil-mobilan
    Permainan mobil-mobilan ini sangat digemari oleh anak laki-laki, bahan yang digunakan untuk membuat mobil-mobilan bermacam-macam mulai dari kulit buah kakao (kopi coklat), pelepah pisang, sepet (serabut kelapa), kulit maja dan sebagainya. Cara membuatnya cukup dengan membentuk bahan tadi seperti mobil dan memberinya ban, sangat mudah untuk dilakukan, hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja dan mobil pun sudah bisa kita gunakan untuk bermain. Nah, dalam permainan ini tingkat kreativitas orang tua dan anak teruji, apakah orang tua bisa mengajarkan anak untuk membuat sesuatu yang menarik dari barang-barang yang sederhana. Selamat mencoba 🙂
  3. Layangan
    Anak jaman dulu jelas tau nih permainan ini. Permainan layangan di buat dengan menggunakan bambu yang diikat dan di beri sampul  menggunakan kertas atau plastik hingga berbentuk. Cara memainkannya cukup dengan menerbangkannya, terkadang juga terjadi adu di udara, maksudnya adalah dengan mengadu benang yang di pakai untuk menerbangkannya di udara, yang menang adalah yang mampu memutuskan benang lawan kita. Apa yang bisa dipelajari dari sini? Tentu kreativitas membuat layangan itu sendiri. Hari-hari ini tentu ada banyak layang-layang instan yang siap pakai. Tapi jelas berbeda kebanggannya ketika layang-layang itu dibuat oleh tangan anak sendiri, rasanya tentu sangat membanggakan, apalagi layang-layang yang dibuat bukan layang-layang biasa, tapi dengan bentuk yang unik dan lucu. Menerbangkannya bersama orang tua di tanah lapang adalah pengalaman indah yang terkenang bagi anak, pengalaman yang tidak mungkin ia lupakan walau kelak ia dewasa
  4. Lari Tempurung
    Permainan ini biasa dimainkan saat ada perlombaan, cara membuat alatnya pun sangat mudah. Kita tingggal mencari tempurung kelapa yang di belah kemudian di beri lubang dan dipasang tali pada bagian yang sudah kita beri lubang tadi. Kemudian pada ujung tali diikatkan pada kayu pendek yang berfungsi sebagai alat untuk kita pegang. Ajaklah anak bermain bersama setelah membuatnya, akan sangat menyenangkan melihat anak berlarian diatas tempurung kelapanya. Tau tidak, permainan ini mengasah motorik kasar anak lho..

Nah.. itu adalah beberapa permainan yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengasah kreativitas anak. Masih banyak permainan tradisional yang lain yang bisa membuat anak terasah motorik kasar maupun halusnya, juga mengasah potensi problem solving nya. Selamat mencoba 🙂