“Nitrackers” SMAN 1 Tangerang, Ajang Pembuktian Belajar Tidak Selalu di Kelas

Proses belajar tidak melulu harus dibatasi di dalam kelas. Hal ini coba dibuktikan SMAN 1 Kota Tangerang, Banten saat menggelar ajang pensi (pentas seni) siswa bertajuk “Nitrackers 2019” di ICE BSD, Tangerang Selatan (2/11/2019).

“Nitrackers” sendiri merupakan akronim dari SMAN 1 Tangerang Cipta, Kreasi, Edukasi, dan Ruang Seni.

Puncak acara SMAN 1 Tangerang ini menghadirkan beberapa bintang tamu seperti; Isyana Sarasvati, Pamungkas, Glenn Fredly, Roycdc, Maliq and D’essentials, dan mengangkat tema “Defying the Odds, Face the Unexpected”.

Harapannya melalui penyelenggaraan ini seluruh siswa diajak untuk siap menghadapi masa depan yang tak terduga.

“Kita harus bisa siap dengan apa yang akan datang. Jadi expect the unexpected, kita hidup di dunia ini ‘kan gak akan tahu kedepannya gimana, dan kita harus siap menjalankannya,” kata Raja Latuconsina, Ketua Pelaksana Nitrackers 2019.

Mengatur waktu belajar dan persiapan

Adik dari Prilly Latuconsina sendiri mengaku bahwa cukup banyak anggota panitia mengorbankan waktu belajar guna menyukseskan gelaran pensi ini.

 “Jujur, (akademis) pasti terganggu sih. Karena ‘kan waktu akademisnya pasti kepotong. Kalau saya sih sebenarnya gak les, cuman kan teman-teman ada yang lesnya setiap hari dan dia harus bisa bagi waktu ke Nitrackers, dan mau gak mau dia harus memprioritaskan Nitrackers,” ucapnya.

Tidak hanya itu,  dengan persetujuan guru piket sering kali panitia harus keluar dari kelas untuk melakukan rapat minimal dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Baca Juga: 5 Kegiatan Seru yang tak Boleh Kamu Lewatkan di Bangku SMA

“Selama acara ini disusun, kita pasti ada rapat seminggu bisa dua sampai tiga kali. Dan itu mau gak mau kita harus keluar kelas karena istirahat cuma 15 menit dan gak mungkin rapat 15 menit kelar. Tapi, kita selalu izin ke guru piket, jadi gurunya juga tau kalau kita gak masuk kelas,” kata siswa kelas 12 peminatan IPS ini.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Tangerang, Tatang Sutardy menyampaikan meski sibuk dengan persiapan acara, akademik siswa tetap diprioritaskan. Bergantian siswa diberikan dispensasi bertugas sebagai panitia di hari yang telah ditentukan.

“Divisi-divisi kepanitiaan itu terus bahu-membahu bergantian setiap harinya dan mereka tetap tidak boleh meninggalkan belajar,” ujarnya.

Belajar di luar akademik sekolah

Tatang menyampaikan ajang pensi ini juga menjadi kesempatan bagi 300 siswa yang terlibat untuk berlatih banyak hal selain akademis. Jiwa kepemimpinan, tanggung jawab dan kolaborasi adalah beberapa nilai yang coba diasah melalui kegiatan ini.

“Saya memberikan kesempatan untuk mereka berkiprah mengadakan event ini agar mereka berani menanggung resiko apapun. Nah, disinilah saya tanamkan kepada mereka untuk bertanggung jawab dengan cara tanamkan jiwa-jiwa kepemimpinan seperti disiplin dan lain sebagainya,” jelasnya saat ditemui di sela-sela acara “Nitrackers”.

Tidak hanya itu, ajang pensi ini juga melatih jiwa entreprenuership  kepada para siswa. “Di sekolah, mereka berkreativitas dalam bidang usaha, misalkan menjual makanan sehingga akhirnya terkumpul dana yang cukup besar untuk menyelenggaran event ini,” ucapnya.

Tatang sendiri berharap melalui Nitrackers ini, seluruh siswa dapat mempunyai modal keterampilan untuk menjadi pemimpin-pemimpin dan tidak berhenti untuk terus belajar.

Sekolah hanya sebuah wadah pertama dan di luar sana masih banyak lagi wadah lainnya untuk terus mengasah kemampuan dan menggali potensi diri.

“Ilmu pengetahuan yang dapat diberikan di sekolah itu terbatas, kebanyakan di luar. Belajarlah di mana saja,” pesan Tatang.

Selain acara puncak pensi , SMAN 1 Tangerang juga berhasil menggelar berbagai perlombaan yang diikuti Lomba tersebut diikuti 60 sekolah se-Jabodetabek sebagai bagian dari rangkaian kegiatan  Nitrackers 2019, antara lain; Dota, voli, band, vocal group, badminton, futsal, ratoh jaroe, LCC 4 Pilar, catur, basket, MIPA IPS, dan rally photo.

Sumber: Kompas.com