Si Kecil Sulit Berhitung? Ini Cara Mengatasinya

Banyak yang beranggapan bahwa pelajaran matematika menjadi momok menakutkan bagi anak. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari saja anak-anak sering mengalami kesulitan dalam berhitung.

Sekalipun bahwa itu hanya penjumlahan atau pengurangan, tetapi anak merasa sulit. Hal ini menjadikan anak malas dan cenderung putus asa untuk mengerjakan soal tersebut.

Memang matematika itu sulit. Bahkan sampai ada anak yang sangat membenci dengan pelajaran matematika. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa matematika sulit untuk dipahami.

Padahal, matematika itu hidup berdampingan dengan kita. Seharusnya kita mudah dalam memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Perlu diketahui, matematika menjadi ilmu dasar dalam kehidupan sehari-hari. Semua ilmu tidak bisa lepas dari ilmu matematika. Orang yang pintar adalah orang yang bisa matematika.

Hal ini terkadang menjadikan orangtua menuntut anaknya untuk pintar dalam matematika. Tetapi, karena kurangnya pengetahuan dan lemahnya konsep matematika hal ini menjadi beban bagi anak.

Agar anak Anda mau belajar matematika atau berhitung, berikut 3 cara untuk mengatasi anak kesulitan berhitung yang dirangkum dari laman Ruang Guru PAUD Kemendikbud RI.

1. Buat konsep belajar menyenangkan

Belajar sebenarnya bisa dilakukan di mana saja dan dengan siapa saja. Tidak harus di bangku sekolah, tetapi belajar matematika untuk anak bisa di lingkungan sekitar kita.

Dalam hal ini peranan orangtua dalam mengajarkan anaknya pengetahuan dasar sangat penting, seperti angka, macam-macam bentuk, macam-macam warna, dan hal dasar lainnya.

Ini menjadi dasar atau pengantar anak untuk memasuki sekolah. Sering kita jumpai dalam dunia pembelajaran, seorang guru mengajarkan suatu ilmu pengetahuan dengan konsep yang monoton. Sehingga, anak akan cepat bosan.

Ketika di rumah, anak coba diajak belajar tentang cara menghitung jumlah mainan kita satu persatu lalu memasukannya dalam keranjang. Hal ini bisa dilakukan setiap ada waktu senggang atau setelah anaknya selesai bermain.

Anak bisa belajar dalam keadaan yang tidak tertekan terlebih lagi dalam keadaan yang senang. Jika anak belajar saat keadaan hatinya sedang bahagia dan tidak tertekan ilmu yang disampaikan akan terserap dengan mudah ke dalam otaknya.

Konsep belajar yang menyenangkan sangat penting untuk menunjang pemahaman anak. Hal ini bisa diterapkan melalui permainan, bernyanyi, kegiatan luar ruangan, dan lain-lain.

2. Konsep dasar berhitung dikuatkan

Untuk penguatan konsep dasar ini sangat penting agar anak dapat mengerti bagaimana cara menjumlahkan, mengurangi, mengali, dan membagi.

Sebab, kadang-kadang guru hanya menyampaikan konsep dasarnya saja. Ketika pembelajaran mungkin saja anak dapat menjawab soal yang diberikan. Tetapi saat anak pulang atau melanjutkan aktifitasnya mereka akan lupa materi yang sudah diajarkan di sekolah.

Atau ada juga yang sejak awal pembelajaran anak itu kurang memahami konsep tersebut. Hal ini yang menjadikan anak akan menarik kesimpulan bahwa apa yang mereka pelajari adalah sesuatu yang sulit.

Dalam hal ini, konsep dasar menjadi kunci dari persoalan kesulitan yang dihadapi anak. Tidak hanya berhitung, tetapi dalam berbagai hal.

3. Diterapkan di kehidupan sehari-hari

Setiap anak berbeda-beda dalam memahami sesuatu. Ada yang mudah, adapula yang sulit. Jadi, agar anak mudah untuk belajar berhitung, maka bisa diterapkan di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sebagai contohnya, anak tidak tahu bagaimana cara menjumlahkan. Terkadang anak juga susah memahami soal yang diberikan dalam bentuk kalimat matematika, sehingga anak mengalami kesulitan dalam mengerjakannya.

Seperti contohnya, dua ditambah dua bisa kita ubah menjadi dua apel ditambah dua apel, atau membuat soal tersebut menjadi soal cerita, contohnya “Jika kamu punya dua apel lalu diberi lagi oleh ayah dua apel, maka berapa apel yang kamu punya?”.

Dengan metode tersebut diharapkan anak akan lebih mudah memahami soal yang diberikan. Hal ini juga dapat ditunjang dengan latihan yang banyak sehingga pemahaman anak tentang berhitung dapat lebih dalam lagi.

4. Mencari bantuan Profesional

Mengajar anak untuk membaca, menulis dan berhitung memang bukan upaya yang mudah. Tidak jarang para orangtua khususnya kaum milenialls yang mempunyai kesibukan dan baru memiliki anak merasa kesulitan untuk mengawasi tumbuh kembang anak. Jika terjadi seperti ini, solusinya adalah mencari bantuan professional.

Tentu mencari orang yang tepat bukanlah perkara mudah. Kesibukan dan ketiadaan waktu juga menjadi hambatan untuk memilih orang yang tepat untuk mengajar anak membaca, menulis dan berhitung.

Untuk itu sekarang anda tidak perlu khawatir lagi. Kini telah hadir aplikasi Berprestasi. Sebuah aplikasi yang bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang dan pendidikan anak sejak usia dini. Di dalam Berprestasi terdapat ribuan guru professional dalam berbagai bidang termasuk calistung usia dini yang telah di seleksi dengan ketat sehingga terjamin kualitasnya.

Bagi anda yang tertarik untuk mencari pengajar yang tepat untuk buah hati anda, anda dapat mengunduh aplikasi Berprestasi Guru sekarang juga di Playstore. Berbagai kemudahan bisa anda dapatkan termasuk memilih sendiri pengajar yang sesuai budget dan waktu yang anda inginkan.

Sumber: Disadur dari Kompas.com dan website Kemendikbud