Tanamkan Budi Pekerti, Bacakan 5 Dongeng Tradisional ini Sejak Dini

Zaman terus berkembang, teknologi semakin maju, pertemanan tak lagi terutup ruang. Namun, bukan berarti anak tidak lagi mengenal nilai-nilai budi pekerti. Di sinilah, peran orangtua sangat dibutuhkan.

Menumbuhkan budi pekerti tak hanya bisa dilakukan orangtua melalui nasihat. Ada media yang lebih mudah dimengerti oleh anak sejak usia dini, yaitu melalui bacaan cerita rakyat.

Ada banyak cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia. Cerita rakyat ini bisa berupa dongeng maupun legenda yang berkembang dari masyarakat setempat yang diceritakan secara turun-temurun.

Bahkan, tak jarang ada cerita rakyat yang dianggap nyata atau pernah benar-benar terjadi di masa lalu, sehingga bisa menjadi media pembelajaran budi pekerti di masa kini.

Berikut ini beberapa cerita rakyat yang populer di Indonesia yang mampu mengajarkan nilai-nilai baik pada anak.

1. Malin Kundang

Malin Kundang merupakan cerita rakyat yang berasal dari Sumatra Barat, menjadi salah satu cerita rakyat paling populer di Indonesia.

Cerita ini berkisah tentang seorang pemuda bernama Malin Kundang yang pergi merantau meninggalkan ibunya, lalu menikah dengan perempuan dari keluarga kaya raya.

Suatu hari, pemuda itu kembali ke kampung halamannya dan bertemu dengan sang ibu. Namun, pemuda itu tidak mengakui ibunya karena merasa malu.

Akhirnya, sang ibu mengutuknya menjadi batu karena ia sudah menjadi anak yang durhaka.

Cerita ini mengajarkan tentang betapa kuatnya doa orangtua terutama ibu, termasuk akibat fatal bila anak melakukan perbuatan durhaka pada orangtuanya.

2. Bawang Merah dan Bawang Putih

Cerita rakyat berjudul Bawang Merah dan Bawang Putih berasal dari daerah Riau.

Mengisahkan anak bernama Bawang Putih yang baik hati, suka menolong, dan rajin. Sedangkan Bawang Merah merupakan anak perempuan yang jahat, iri hati, dan dengki.

Suatu hari, Bawang Putih mendapatkan labu dari seorang nenek sihir. Saat dibuka, labu itu berisi emas.

Bawang Merah yang serakah ingin mendapatkannya juga. Ia lantas meminta hal serupa kepada nenek sihir itu dengan paksa tanpa sopan santun.

Karena keserakahan dan sikapnya yang tidak sopan, labu yang didapat Bawang Merah justru berisi ular berbisa.

3. Lutung Kasarung

Lutung Kasarung adalah sebuah cerita rakyat dari Jawa Barat yang mengisahkan tentang seorang putri bernama Purbasari yang diusir dari istana.

Sang putri diusir oleh kakaknya sendiri yang iri karena Purbasari ditunjuk menjadi ratu.

Lalu, ada seorang pangeran dari khayangan yang turun ke bumi dan menjelma sebagai lutung untuk mencari perempuan yang lebih cantik dari ibunya untuk dijadikan istri.

Purbasari dan Lutung Kasarung bertemu di hutan. Karena sikap Purbasari yang ramah dan sayang kepada semua mahkluk hidup, maka ia disenangi oleh pangeran.

Lalu, mereka bersama-sama berusaha untuk merebut tahta kerajaan dari sang kakak yang jahat.

Purbasari mengingatkan bahwa sikap baik tak akan pernah sia-sia. Sikap baik pula yang menolongnya memiliki banyak teman yang rela membantunya dalam kesulitan.

4. Jaka Tarub

Cerita rakyat berjudul Jaka Tarub berasal dari Jawa Tengah.

Alkisah, ada seorang pemuda bernama Jaka Tarub yang melihat tujuh bidadari di sungai. Jaka Tarub terpesona oleh kecantikan mereka.

Lalu, Jaka Tarub mengambil selendang milik salah satu bidadari itu. Setelah enam bidadari kembali ke khayangan, Jaka Tarub berpura-pura menolong bidadari yang kehilangan selendang.

Mereka pun menikah dan memiliki seorang anak.

Namun, suatu hari sang bidadari menemukan selendang miliknya yang disembunyikan oleh Jaka Tarub.

Ia sangat marah sehingga akhirnya memutuskan untuk kembali ke khayangan dan meninggalkan Jaka Tarub dan anaknya.

Dengan kata lain, kebohongan dan kecurangan akan ketahuan juga dan tak akan berakhir dengan baik. Mintalah anak untuk selalu berbuat jujur ketimbang menyesal di kemudian hari.

5. Batu Menangis

Cerita rakyat yang berasal dari Kalimantan Barat ini memiliki jalan cerita yang hampir sama dengan cerita Malin Kundang.

Diceritakan ada seorang ibu sederhana yang memiliki anak perempuan yang cantik. Namun, anak perempuan ini pemalas dan sombong.

Suatu hari, sang ibu mengajak anaknya ke pasar. Anak perempuan itu mengatakan kepada semua orang bahwa itu bukan ibunya dan hanya seorang pembantu.

Ibunya sedih dan akhirnya berdoa supaya anaknya dihukum karena sudah durhaka. Anak perempuan itu perlahan menjadi batu.

Perempuan itu menangis dan memohon ampun kepada ibunya. Namun, sudah terlambat. Akhirnya, ia menjadi batu seluruhnya

Sumber: Kompas.com