Usia Berapa Anak Siap Berangkat Sekolah Sendiri?

Mengantar-jemput anak ke sekolah bisa menjadi impian banyak orang tua. Namun, tuntutan pekerjaan kerap membuat sebagian orang tua tak bisa melakukannya setiap saat.

Jarak sekolah yang dekat dengan rumah bisa menjadi alasan lain mengapa sebagian orangtua melepaskan anak untuk berangkat dan pulang sekolah sendiri. Dengan harapan, anak bisa tumbuh mandiri.

Apapun alasan orangtua meminta anak berangkat dan pulang sekolah sendiri, baiknya ketahui usia “aman” bisa melepas anak di jalan tanpa pengawasan.

Paling cepat kelas lima

Melansir Verywell Family, banyak orangtua yang berpikir kalau anak-anak dapat berjalan kaki ke sekolah dan bahkan naik angkutan umum sendiri ke sekolah sejak kelas dua atau tiga SD.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa anak-anak belum begitu mampu menangani keadaan darurat atau situasi yang tidak terduga sampai mereka berusia 9 hingga 11 tahun, atau sekitar kelas 5.

Walau telah duduk di kelas 5, anak-anak perlu dilatih kesiapannya untuk berangkat dan pulang ke sekolah sendiri. Termasuk bagaimana cara untuk menghadapi situasi-situasi tak terduga seperti saat disapa oleh orang asing.

Sehingga baiknya orangtua tidak melepas anak begitu saja tanpa persiapan yang layak, demi keselamatan anak.

10 cara orangtua melatih anak ke sekolah sendiri

Ada sejumlah poin keselamatan yang perlu dipahami anak demi kemanan pergi ke sekolah sendiri, antara lain:

  1. Biasakan anak untuk memerhatikan lalu lintas setiap hendak menyeberang jalan atau berada di persimpangan jalan.
  2. Minta anak untuk lihat kanan, kiri, lalu kanan lagi sebelum menyeberang.
  3. Beri contoh anak untuk selalu menyeberang di area penyeberangan atau zebra cross.
  4. Beri pemahaman sejak dini bahwa ponsel atau perangkat elektronik lainnya tidak diperkenankan untuk dimainkan saat berjalan kaki, sebab berkontribusi pada kecelakaan di jalan raya.
  5. Ingatkan bahwa pengemudi mungkin tidak melihatnya menyeberang jalan, sehingga anak perlu lebih berhati-hati saat akan menyeberang.
  6. Orangtua perlu memastikan anak mengenakan pakaian atau jeket berwarna cerah yang akan meningkatkan visibilitas anak. Hindari memakaikan anak jaket berwarna hitam, abu-abu, atau cokelat.
  7. Ingatkan anak untuk tidak mengikuti ajakan orang asing atau seseorang yang mereka kenal tetapi bukan orang yang tinggal di rumah. Kecuali orang-orang “aman” yang telah disepakati bersama. 
  8. Jika seseorang mencoba memaksa anak untuk pergi bersama atau mencoba untuk dekat secara fisik dengan anak, minta anak berteriak, “Tolong! Ini bukan ayahku!” atau “Tolong! Ini bukan ibuku!”
  9. Ikuti anak selama satu minggu atau lebih. Pantau ia dari jarak jauh. Dengan begitu orangtua bisa menilai apakah anak sudah siap pergi ke sekolah sendiri dan rute tersebut aman.
  10. Terpenting, pastikan rute yang ditempuh anak adalah rute paling aman, seperti tidak memiliki jalan yang ramai kendaraan dan anak mudah mencari bantuan saat bertemu orang asing berbahaya.

Singkatnya, jika Anda memiliki anak usia 10 tahun dengan fokus dan kehati-hatian yang baik, tertutama mulai memperhatikan sekelilingnya, ia mungkin siap pergi ke sekolah sendiri.

Tetapi, jika fokus anak Anda mudah terganggu dan kerap lupa berhati-hati saat menyeberang jalan, maka orangtua perlu menunggu dan melatih kesiapan anak.

Sumber: Kompas.com